|
PT Telkomsel membidik pendapatan layanan iklan bergerak melalui telepon seluler (mobile advertising) Rp430 miliar pada 2010 atau 10 persen dari pangsa pasar iklan mobile.
"Total belanja iklan tahun ini diperkirakan mencapai Rp43 triliun. Sebesar Rp4,3 triliun di antaranya adalah porsi mobile advertising. Kita siap mengambil sekitar 10 persennya," ujar Direktur Utama Sarwoto Atmosutarno, usai peluncuran Telkomsel Mobile Advertising di Jakarta, Rabu (24/2).
Menurut Sarwoto, Telkomsel Mobile Advertising menawarkan berbagai konten informasi dan penawaran iklan yang disesuaikan dengan profil pelanggan Telkomsel.
Layanan ini berupa pengiriman pesan komersial dalam bentuk iklan kepada pelanggan Telkomsel melalui SMS, MMS, NSP, outbond call, cell broadcast.
Potensi pendapatan ini diperoleh dari sekitar 82 juta pelanggan Telkomsel saat ini.
"Dengan Mobile Advertising, Telkomsel memfasilitasi seluruh industri dengan menyediakan solusi baru untuk beriklan secara masif dan tepat sasaran," ujar Sarwoto.
Untuk menyampaikan beragam konten iklan kepada pelanggan, Telkomsel menggandeng 33 perusahaan iklan yang membantu solusi periklanan kepada perusahaan, merchant, atau brand management yang ingin beriklan.
Layanan iklan berupa teks, gambar, suara, maupun video, meliputi enam program yaitu, Bulk Services, berupa pengiriman SMS Broadcast melalui pengiklan mitra media untuk informasi atau promosi kepada pelanggan Telkomsel termasuk dan anggota komunitas.
Fress Ads, mengirim informasi dan promosi kepada pelanggan sesuai dengan kategori target pasar berdasarkan umur, jenis kelamin dan lokasi.
Selanjutnya SMS 2.0, iklan bernilai tambah dengan format tampilan SMS, background berwarna, teks berwarna, emoticon, dan konten gratis.
Mobile Media, layanan konten media yang dapat mengakomodasi berbagai format mobile media seperti mobile tabloid, mobile news paper, mobile magazine.
Pop Screen, saluran untuk mempromosikan produk konten, produk Telkomsel, maupun produk dari penyedia barang dan jasa.
Sedangkan WAP Banner, aplikasi memungkinkan pengiklan untuk mendapatkan target pasar dengan mengunakan teknologi web mobile internet.
Menurut Sarwoto, industri periklanan telah memasuki tahapan baru untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat, yakni dengan memanfaatkan teknologi digital.
"Kami berupaya melakukan kreasi dan inovasi layanan baru dengan menghadirkan suatu konvergensi layanan seluler dan periklanan digital," tegasnya. |